![]() |
| http://blog.umy.ac.id/yaumshare/files/2012/11/ibu-dan-anak2-mengaji1.jpg |
Karena itulah, Allah SWT menyebut diriNya dengan sebutan Rabb yang berarti Pemelihara dan Pendidik,sebagaimana dalam firmanNYA. :
"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepada al kitab,hikmah, dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:
"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi ( dia berkata) :"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."(Q.S Ali Imran 79 )
Para musyafir menjelaskan ayat ini tujuan pendidikan ,bukan bagai budak atau hamba dunia dengan ilmunya,melainkan agar menjadi insan rabbani, yaitu manusia yang berketuhanan.Oleh karena itu pendidikan tak hanya menjafi manusia pandai,pintar dan menguasai ilmu pengetahuan, namun juga menjadikan manusia yang kenal dan menguasai ilmu pengetahuan, namun jga menjadikan manusia yang kenal dan takut dengan Tuhannya melalui ilmu yang dimilikinya itu.
Dari sini kita bisa melihat bagaimana konsep pendidikan di negeri ini bisa dikatakan "GAGAL", pasalnya sistem-sistem pendidikan baru dalam kerangka menjadikan manusia pintar dan menguasai ilmu pengetahuan.Belum ada upaya menciptakan manusia yang sadar akan Tuhannya.
Kita akui bahwa sebenarnya di negeri ini banyak orang pandai,pintar dan mampu menguasai teknologi,tapi sedikit sekali yang " tidak menyadari keberadaan " Allah dan takut denganNYA.Karena itulah kenapa bangsa ini terpuruk, hal ini yang telah disebutkan Allah dalam firmanNYA: "......dan Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka,bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya ?(Q.S asy- Asyu'ara 197)
Ayat ini menjelaskan bagaimana banyak orang yang pandai dalam hal duniawi tapi miskin pengetahuan tentang Rabbnya, karena itulah kenapa konsep pendidikan dalam al Qur'an dan as Sunnah adalah belajar dan mengajar sepanjang masa untuk menjadi ciri insan rabbani,yaitu mereka yang selali mengajarkan ilmunya kepada orang lain, dan disaat yang sama dia selalu belajar mencari apa yang belum diketahui sepanjang hayat.Artinya kaum muslim tidak boleh berhenti mencari ilmu yang begitu luasnya,semakin banyak yang diketahui akan semakin sadar manusia itu ,bahwa begitu bayak yang belum dia ketahui.
Begitu juga Islam menuntut umatnya untuk menjadikan pengembang ilmu dengan mengajarkan apa yang telah diketahui kepada orang lain.Begitulah rasululllah saw pertama kali memerintahkan umatnya untuk dituntut menjadi pengajar ,kemudian baru mengajari.Dengan melakukan dua hal di atas ,maka tujuan menjadikan manusia rabbani bisa diwujudkan.
TUNTUTLAH ILMU..MESKI SAMPAI DINEGERI CINA !"
*MUHAMMAD SYAIFUL BAHRI*
Sumber: https://id-id.facebook.com/BerdakwahMenegakanKebenaran/posts/437155729685929

Tidak ada komentar:
Posting Komentar