Alkisah di tengah-tengah hutan
belantara Kalimantan berdirilah sebuah sekolah untuk para binatang dengan
status “disamakan dengan manusia”, sekolah ini dikepalai oleh seorang manusia.
Karena sekolah tersebut berstatus “disamakan”, maka tentu saja kurikulumnya juga
harus mengikuti kurikulum yang sudah standar dan telah ditetapkan untuk
manusia.